on Rabu, 02 Oktober 2013

SEJARAH JOGJA HIP - HOP FOUNDATION

halo sobat pulskers semua , kali ini saya mau ngasih info soal kelompok hip-hop yang berasal dari jogja yaitu jogja hip-hop foundation

Siapa yang tidak kenal dengan sekumpulan rapper dari tanah Jogja ini mereka mencampurkan genre musik luar negeri dengan budaya lokal , jogja hip-hop foundation Didirikan oleh Marzuki Mohammad a.k.a Kill the DJ tahun 2003, adalah Javanese collective hip-hop crew yang terdiri dari; Kill the DJ, Jahanam, dan Rotra, juga dikenal dengan akronim Ki Jarot. JHF adalah soundtrack kehidupan di Yogyakarta, kota dimana tradisi terus tumbuh ditengah laju modernisasi. Beat urban khas hip-hop dipadu dengan gamelan dan bahasa Jawa, yang beberapa diantaranya menghidupkan kembali sastra atau mantra tradisional, semuanya tercipta secara natural tanpa pretensi kontemporer dan dinyanyikan oleh berbagai generasi dari pelosok desa hingga pusat kota.
Diawali dengan berbagai acara kecil seperti Itâ??s Hip Hop Reunion dan Angkringan Hip Hop, kemudian pada tahun 2006-2009 memulai proyek Poetry Battle; eksplorasi karya puisi Indonesia dari puisi-puisi tradisional hingga kontemporer dengan media hip hop. Dari proyek itu menghasilkan dua buah album kompilasi Poetry Battle 1 & 2, dan berhasil membentuk identitas dan sikap berkarya JHF.
Dengan segala keunikan yang dimilikinya; mencampurkan musik hip hop dengan tradisi Jawa, JHF mulai diundang ke panggung-panggung internasional, diawali dengan pementasan di Esplanade Singapore tahun 2009, tahun 2011 JHF diundang pentas DI Asia Society â?? New York. Pada tahun 2010, Jogja Hip Hop Foundation meluncurkan film dokumenter Hiphopdiningrat; sebuah potret perjalanan hip hop Jawa. Film itu kemudian mendapatkan respon positif dari berbagai media dan kemudian diundang ke berbagai festival film internasional.
Adapun para Crew antara lain :
Kill the DJ
Ia memiliki dua alias, Kill the DJ dan Chebolang. Tapi, ketahuilah bahwa nama aslinya Marzuki Mohamad. Ia anak seorang petani dan guru agama dari Prambanan. Jika kita bertanya tentang agama, ia akan mengaku sebagai seorang penganut animisme progresif. Marzuki mengaku beraliran elektronika â?? hip hop â?? visual, untuk mempresentasikan semua yang sudah dikerjakannya. Marzuki merupakan pendiri Performance Fucktory, Parkinsound, Re:publik Art, United of Nothing, Whatever Shop, dan sekarang Jogja Hip Hop Foundation. Proses Poetry Battle menghasilkan trilogi hip hop yang semua liriknya dihasilkan dari bacaannya terhadap teks asli Serat Centhini. Belakangan ini Marzuki kerap bekerja sama dengan sinden Jawa, Soimah Pancawati.
Jahanam
Jahanam adalah salah satu kru hip hop yang paling populer di Jogja saat ini. Album perdananya yang berjudul Jahanam Su! berhasil menghidupkan gairah hip hop di Jogja dan sekitarnya. Lebih dari 20.000 kopi laris di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke Suriname, Jahanam konsisten memproduksi lagu-lagu berbahasa Jawa yang disuguhkan dengan dentuman urban yang hybrid. Melalui Poetry Battle, kita bisa mendengar bagaimana pertemuan musik Jahanam dengan teks-teks karya Sindhunata menjadi sebuah senyawa yang sempurna. Jahanam beranggotakan dua pemuda; Balance (Beatmaker/MC) dan Mamok (MC).
Rotra
Sebelum memiliki nama Rotra, Janu Prihaminanto a.k.a Ki Ageng Gantas, eks G-Tribe, adalah legenda. G-Tribe merupakan kru hip-hop berbahasa Jawa pertama di Yogyakarta, dan bahkan di Indonesia. Ki Ageng Gantas, yang akrab dipanggil Anto, adalah pionir hip-hop berbahasa Jawa. Sekarang, bersama Lukman Hakim a.k.a Rajapati mereka hadir dengan nama Rotra. Ki Ageng Gantas sangat dikenal sebagai seseorang yang selalu menghasilkan komposisi rap yang easy listening dengan refrain yang gampang diingat tanpa kehilangan sensibilitas kata-kata. Pun apabila yang dinyanyikannya adalah kritik sosial.

beberapa karya mereka diantaranya :
Poetry Battle 1 â?? Love (2007)
01. Rotra â?? Intro
02. Kontra â?? Untuk Melika Hamaudy (For Melika Hamaudy)
03. Gatholoco â?? Cinta dalam Perspektif Alkohol Akhir Tahun (Love in the perspective of year-end alcohol)
04. Kill the Dj â?? Sinom 231 (taken from Serat Centhini)
05. Jahanam â?? Cintamu Sepahit Topi Miring (Your love is as bitter as Topi Miring)
06. Nova â?? Dikawin Alam (Married by nature)
07. Robot Goblok â?? Malam dan Hampa (Night and Empty)
08. MC Sabda â?? Kidung Jaman Kalabendu (Songs from Kalabendu times)
09. Ugoran Prasa â?? Abad Yang Berlari (The running ages)
10. Rotra â?? Ngelmu Pring (Learning from bamboos)
Poetry Battle 2 â?? The others (2009)
01. Kill Tte Dj â?? Intro: Here I Am
02. Kontra â?? Guguran Kenangan (Falling memories)
03. Gangsta Loving â?? Yang Kehilangan Cita-cita (One who lost purpose)
04. Shaxied â?? Raung (Roar)
05. Zapatista â?? Pesugihan (Offerings)
06. Trio Gudel â?? Nympoa Jeng Sri
07. Jahanam â?? Jula-Juli Jaman Edan (The chants of the crazy times)
08. Rotra â?? Ora Cucul Ora Ngebul (Without working, thereâ??s no eating)
09. Kill the Dj â?? Asmaradhana 338 (taken from Serat Centhini)
10. Gatholoco â?? Catatan Ganti Tahun: Antara Natal Dan Lebaran (Changing year notes: between Christmas and Eid)
11. DPMB â?? Gatholoco
12. Robot Goblok â?? Harga Duit Turun Lagi (The declining money value)
13. Dubyouth â?? Panggung Kami (Our stage)
Jogja Istimewa (Special Jogja, 2010)
01. Ki Jarot (Jogja Hip Hop Foundation) â?? Jogja Istimewa (Special Jogja)
02. Serigala Malam â?? For the Unbroken: Friend Stand Alliance Edition
03. Armada Racun â?? The Song Finished
04. Individual Life â?? Semoga Engkau Berkenan Mendengarnya Perlahan Hingga Usai (Hope that you would listen slowly â??til it ends)
05. Frau â?? Confidential
06. Risky Summerbee & The Honeythief â?? Mind Game
07. Zoo feat. Wukir â?? Bambu Runcing (Bamboo spears)
08. Cranial Incisored â?? The Joker
09. Dom 65 â?? Klub S.A.
10. Dubyouth â?? Endless Night
Selain musik JHF juga membuat Film Dokumenter yang berjudul HIPHOPDININGRAT yang bercerita tentang perjalanan Hiphop di tanah jawa....
jangan lupa WOW-nya ya . . .
#hio-hop #jogja #jawa

0 komentar:

Posting Komentar